Perbedaan Sablon Polyflex dan Sablon Manual

PERBEDAAN SABLON POLYFLEX DAN SABLON MANUAL– Hi Rhinovers! Di beberapa artikel sebelumnya kita sudah pernah membahas beberapa perbedaan jenis sablon digital yang cukup dikenal luas di Indonesia. Nah, kali ini kita akan membahas perbedaan dari salah satu jenis sablon digital, yaitu sablon polyflex dengan sablon manual nih Rhinovers.  Penasaran apa saja kelebihan dan kekurangan dari kedua jenis sablon yang berbeda ini? Baca artikel ini sampai selesai ya!

Perbedaan Sablon Polyflex dan Sablon Manual

Dunia sablon memang mengalami banyak sekali perkembangan nih Rhinovers, terutama dengan berkembangnya era digital, pastinya sangat mempengaruhi industri ini. Walaupun kehadiran sablon digital memberikan warna baru, keberadaan sablon manual masih tetap memiliki tempat di hati beberapa penggunannya loh. Seebtulnya seperti apasih sablon manual itu sendiri dan apa kelebihan dan kekurangannya dibandingkan dengan sablon polyflex yang kita kenal.

Sablon manual merupakan teknik sablon dengan menggunakan screen, rakel, dan peralatan manual lainnya. Sebagian besar proses produksi masih sangat mengandalkan keahlian manusia. Tentu jenis sablon manual ini lebih rumit jika dibandingkan dengan sablon polyflex, yang hanya membutuhkan 3 tahapan proses saja, yakni cutting, peeling, dan press. Peralatan yang digunakan dalam proses sablon manual ini meliputi mulai laser, screen, alat untuk mengeringkan, meja sablon dan juga rakel. Warna yang dapat dihasilkan juga terbilang terbatas, jika dibandingkan dengan sablon menggunakan bahan polyflex.

Kalian perlu menerapkan satu per satu warna pada setiap proses penyablonan, sehingga untuk desain dengan warna yang rumit akan memakan waktu lebih lama. Dari sisi produksi, sablon manual ini lebih cocok untuk jenis produksi massal ya Rhinovers, karena semakin banyak jumlah kaos yang diproduksi maka biaya yang dikeluarkan akan lebih terjangkau. Sedangkan pada sablon polyflex, seberapa banyak pun jumlah produksi yang dilakukan, biaya produksi yang dikeluarkan tetaplah sama. Warna yang dihasilkan sablon manual biasanya tergantung dari jenis tinta yang digunakan, sedangkan warna dengan teknik sablon polyflex sudah terbukti sangat solid.

Sablon manual juga terkenal memiiliki ketahanan yang baik. Untuk desain-desain kecil, jenis sablon manual ini bisa menghasilkan detil kecil yang cukup baik. Sedangkan sablon polyflex, akan dibutuhkan ketelitian lebih saat proses peeling berlangsung, untuk detil-detil kecil. Nah, perbedaan yang terakhir, sablon manual ini hanya bias diaplikasikan pada media kaos saja, sedangkan sablon polyflex dapat diaplikasikan pada berbagai macam media, seperti canvas, topi, buku, sepatu, dan lain-lain.

Nah, itu tadi perbedaan dari sablon manual dan sablon digital polyflex. Keberadaan sablon manual dan digital tetap berjalan beriringan dan tidak dapat menggantikan satu sama lain. Kalian tinggal tentukan mana kiranya yang lebih sesuai dengan bisnis yang sedang kalian tekuni ya. Semoga info kali ini bermanfaat ya Rhinovers.

Jangan lupa lihat video-video tutorial tentang sablon digital printing di Rhino Channel. Difollow ya Rhinovers !!!

Tags: cara sablon polyflex,sablon polyflex vs dtg,harga sablon polyflex,lebih bagus plastisol atau polyflex,sablon dtg,perbedaan sablon dtg dan polyflex,alat sablon polyflex,print polyflex

 

 

Tinggalkan Balasan

×

Halo!

Silahkan chat saya jika ada pertanyaan!!

× Chat